{"id":25635,"date":"2025-01-13T09:30:46","date_gmt":"2025-01-13T09:30:46","guid":{"rendered":"https:\/\/peraltafinancing.com\/activist\/video-sebagai-bukti-pedang-bermata-dua-dan-kekuatan-suara-komunitas-di-papua\/"},"modified":"2025-01-13T09:30:46","modified_gmt":"2025-01-13T09:30:46","slug":"video-sebagai-bukti-pedang-bermata-dua-dan-kekuatan-suara-komunitas-di-papua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635","title":{"rendered":"Video sebagai Bukti: Pedang Bermata Dua dan Kekuatan Suara Komunitas di Papua"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Read the English version <a href=\"https:\/\/blog.witness.org\/2024\/12\/westpapua-videoarchiving\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">here<\/a>.\u00a0<\/em><\/span><\/p>\n<p><em>Blog ini ditulis oleh Yerry Niko Borang, dengan kontribusi dari tim WITNESS Asia-Pasifik.<\/em><\/p>\n<p>Pada 17 Oktober 2024, sekelompok pembuat film, dan aktivis pembela hak asasi manusia, mayoritas dari Papua, yang beragam berkumpul secara daring untuk mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh <span style=\"font-weight: 400;\">WITNESS <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">berjudul \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pengarsipan Video Hak Asasi Manusia: Paradoks Bukti dan Impunitas di Papua<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d yang membahas soal tantangan proses penggunaan video sebagai alat bukti untuk mencapai keadilan dalam pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang sering menghadapi ketidakpedulian\u2014atau lebih buruk lagi, digunakan untuk melanggengkan impunitas. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>Perlu diketahui bahwa rekaman webinar tidak dipublikasikan karena pertimbangan keamanan. Mengingat sifat sensitif dari konten yang dibahas, serta kebutuhan untuk melindungi identitas para pihak yang terlibat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Laporan lengkap webinar dapat diakses <\/span><a href=\"http:\/\/wit.to\/WebinarReport-WPapua-BAH\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">di sini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h3><b>Paradoks: Ketika Bukti Belum Cukup Menjadi Alat Keadilan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan video sebagai bukti dokumentasi pelanggaran HAM dan proses mencari keadilan di negara lain sangat berperan kuat, namun pertanyaannya, kenapa cara itu tampak sulit untuk diterapkan di Papua? Inilah yang menjadi fokus utama dalam diskusi tentang bagaimana teknologi, kebenaran, dan keadilan dapat saling berhubungan untuk menyoroti apa yang terjadi di Papua dan potensi besar materi digital untuk memperkuat suara-suara dan menginspirasi perubahan, meskipun dihadapkan pada tantangan yang luar biasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Situasi di Papua dan di luar Papua terhadap orang Papua memang kompleks. Banyak sekali <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=vio6FhmqIgo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kasus rasisme seperti yang terjadi di tahun 2019<\/a> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dimana terjadi perlakuan diskriminasi di pulau Jawa terhadap mahasiswa Papua yang berakhir eksodus massal mereka dari Jawa. Peristiwa <\/span><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=UJgAHYdLgVo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">penyiksaaan warga sipil<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> oleh tentara yang viral hanya salah satu dari sekian banyak kisah horor yang selain sejumlah <\/span><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=t1fLb1qMJqA\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">pembunuhan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> di luar hukum. Bahkan, meskipun ada video yang mendokumentasikan pelanggaran ini, seringkali bukti tersebut tidak menghasilkan pertanggungjawaban yang diharapkan para korban. Ironisnya, bukti-bukti ini justru bisa dimanipulasi atau digunakan dalam kampanye disinformasi oleh pihak-pihak yang berkuasa. Di balik semua tantangan ini, ada juga peluang untuk terus memperjuangkan keadilan dengan teknologi dan alat digital, yang memungkinkan suara-suara mereka yang terpinggirkan tetap terdengar.<\/span><\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Hukum yang Tra Jelas di Tanah Papua\" width=\"840\" height=\"473\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/vio6FhmqIgo?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Arul Prakkash dari <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">WITNESS<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, dalam webinar menjelaskan meskipun penggunaan ponsel pintar dan media sosial semakin memudahkan warga untuk merekam dan membagikan rekaman kekejaman, teknologi juga membawa tantangan tersendiri. Di sisi lain, teknologi yang sama memungkinkan manipulasi, distorsi, atau penghapusan bukti-bukti penting. Di tempat seperti Papua, video kekerasan kadang-kadang dihapus, diabaikan, atau bahkan diputarbalikkan untuk mendukung narasi pihak yang berkuasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, bukti video tetap memainkan peran yang sangat penting dalam advokasi hak asasi manusia. Tantangan utamanya sekarang adalah memastikan bahwa video-video ini tidak hanya terlihat, tetapi juga dilindungi dan disimpan dengan aman.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Mengapa Suara Komunitas Penting<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tantangan dalam menunjukkan bukti pelanggaran HAM bukan hanya dalam hal teknis\u2014tetapi juga tentang siapa yang mengendalikan narasi. Bernard Koten dari <\/span><a href=\"https:\/\/fransiskanpapua.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">SKPKC Fransiskan Papua<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> berbicara tentang pentingnya melibatkan komunitas lokal dalam mendokumentasikan pelanggaran HAM. Mennurutnya, orang-orang di kampung, di daerah terpencil\u2014mereka yang paling tahu apa yang benar-benar terjadi. Organisasinya telah bekerja untuk memastikan bahwa orang Papua sendiri yang berada di garis depan dalam mendokumentasikan dan membagikan cerita mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: left;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLagipula, siapa yang lebih baik untuk menceritakan kisah orang Papua selain orang Papua itu sendiri?\u201d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">Bernard Koten<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"30918\" data-permalink=\"https:\/\/blog.witness.org\/2024\/12\/papua-arsipvideo\/elis-making-film-in-a-forest\/\" data-orig-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Elis-making-film-in-a-forest.jpg?fit=1096%2C662&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"1096,662\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"Elis making film in a forest\" data-image-description=\"\" data-image-caption=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Elis-making-film-in-a-forest.jpg?fit=300%2C181&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Elis-making-film-in-a-forest.jpg?fit=960%2C580&amp;ssl=1\" class=\"size-full wp-image-30918 alignnone\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Elis-making-film-in-a-forest.jpg?resize=960%2C580&amp;ssl=1\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"580\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Elis-making-film-in-a-forest.jpg?w=1096&amp;ssl=1 1096w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Elis-making-film-in-a-forest.jpg?resize=300%2C181&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Elis-making-film-in-a-forest.jpg?resize=1024%2C619&amp;ssl=1 1024w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Elis-making-film-in-a-forest.jpg?resize=768%2C464&amp;ssl=1 768w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Elis-making-film-in-a-forest.jpg?resize=200%2C121&amp;ssl=1 200w\" sizes=\"(max-width: 960px) 100vw, 960px\"\/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perspektif lokal itu sangat penting, bukan hanya karena sifatnya yang otentik, tetapi juga karena membantu menciptakan gambaran yang lebih lengkap dan akurat tentang apa sebenarnya terjadi di lapangan. Ketika orang luar Papua mendokumentasikan situasi, mereka mungkin melewatkan konteks penting atau mengabaikan perjuangan sehari-hari dari orang-orang yang paling terdampak. Melibatkan komunitas secara langsung membantu mengatasi kekurangan ini dan memastikan bahwa narasi yang muncul berakar pada pengalaman yang nyata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fransiska Manam, yang merupakan bagian dari <\/span><a href=\"https:\/\/papuanvoices.net\/home\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Papuan Voices<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, menegaskan hal ini. Sebagai seseorang yang secara pribadi merasakan dampak pelanggaran hak asasi manusia di komunitasnya, ia sangat berkomitmen untuk memperkuat suara mereka yang telah melewati pihak yang berkuasa tersebut. \u201cKetika orang Papua menceritakan kisahnya, itu berasal dari pengalaman nyata,\u201d katanya. Ia menekankan betapa pentingnya bagi orang Papua untuk bersuara dan berbagi cerita sendiri \u2014meskipun bisa sangat berbahaya. <\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p><b>Namun, menurutnya, berdiam diri bukanlah pilihan. Kebenaran harus disampaikan, apapun risikonya.<br \/><\/b><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>\u00a0<\/p>\n<h3><b>Video sebagai Bukti: Pedang Bermata Dua<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun dokumentasi video semakin mudah berkat ponsel pintar, kenyataannya hal ini masih merupakan usaha yang berisiko. Di tempat-tempat seperti Papua, di mana aparat pemerintah menargetkan aktivis dan siapa pun yang berani menyatakan pendapat, merekam video bisa membahayakan nyawa seperti ancaman penangkapan atau mendapatkan intimidasi dan disinformasi dapat menenggelamkan bukti-bukti yang valid. Video bisa saja dibuang atau dimanipulasi, sehingga sulit untuk membedakan mana yang benar-benar terjadi dan mana yang tidak.<\/span><\/p>\n<p>Sebuah <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=SP_5mwlVZx4\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">video<\/a> yang disiarkan di televisi nasional dan banyak dibagikan secara daring menggambarkan kekhawatiran ini. Video tersebut mencemarkan isu tentang <a href=\"https:\/\/www.tapol.org\/publications\/2019-west-papua-uprising-full-report\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">protes sipil Papua pada di tahun 2019<\/a> yang disebut sebagai provokasi dan insiden yang <a href=\"https:\/\/www.thejakartapost.com\/news\/2019\/09\/03\/govt-blames-foreign-parties-papua-strife.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">didanai<\/a> oleh orang-orang Papua yang tinggal di Eropa. Pergeseran narasi yang disengaja ini tidak hanya menyelewengkan kebenaran, tetapi juga menciptakan kebingungan dan keraguan dalam pemahaman publik tentang peristiwa tersebut. Hal ini menyoroti peningkatan risiko yang dihadapi oleh pembela hak asasi manusia yang menggunakan teknologi di kerja mereka dalam mengungkap pelanggaran.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini diyakini oleh Yokbeth Felle, dari <\/span><a href=\"https:\/\/laolao-papua.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lao-Lao Papua<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, yang juga menyoroti isu penting yaitu bagaimana narasi dibentuk oleh bukti yang kita miliki. Ia membahas persoalan kolonialisme yang dipandang berat sebelah, di satu sisi penjajahan Belanda dianggap baik, sementara penjajahan Indonesia sebaliknya. Misalnya, banyak rekaman dari era kolonial Belanda lebih banyak berfokus pada upaya \u201cpembangunan\u201d, yang telah membuat sebagian orang melihat Belanda sebagai \u201ckolonial yang baik\u201d dan dibandingkan dengan pasukan Indonesia saat ini, yang sering diasosiasikan dengan kekerasan. Yokbeth menekankan bahwa dokumentasi selektif ini telah membentuk pemahaman orang Papua tentang masa lalu mereka dan terus memengaruhi bagaimana dunia memandang perjuangan mereka hingga hari ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><img loading=\"lazy\" data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"30908\" data-permalink=\"https:\/\/blog.witness.org\/2024\/12\/papua-arsipvideo\/ykbethgrafis-1\/\" data-orig-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/YkbethGrafis-1.jpeg?fit=2224%2C1668&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"2224,1668\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"YkbethGrafis (1)\" data-image-description=\"\" data-image-caption=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/YkbethGrafis-1.jpeg?fit=300%2C225&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/YkbethGrafis-1.jpeg?fit=960%2C720&amp;ssl=1\" class=\"size-full wp-image-30908 aligncenter\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/YkbethGrafis-1.jpeg?resize=960%2C720&amp;ssl=1\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"720\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/YkbethGrafis-1.jpeg?w=2224&amp;ssl=1 2224w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/YkbethGrafis-1.jpeg?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/YkbethGrafis-1.jpeg?resize=1024%2C768&amp;ssl=1 1024w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/YkbethGrafis-1.jpeg?resize=768%2C576&amp;ssl=1 768w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/YkbethGrafis-1.jpeg?resize=1536%2C1152&amp;ssl=1 1536w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/YkbethGrafis-1.jpeg?resize=2048%2C1536&amp;ssl=1 2048w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/YkbethGrafis-1.jpeg?resize=200%2C150&amp;ssl=1 200w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/YkbethGrafis-1.jpeg?w=1920&amp;ssl=1 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px\"\/><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Ini adalah pengingat tentang bagaimana kita menceritakan sebuah fakta\u2014dan bukti yang kita gunakan\u2014dapat membentuk pemahaman kita tentang sebuah situasi. Tanpa bukti yang akurat, orang luar Papua mungkin tidak akan pernah sepenuhnya memahami seberapa banyak kekerasan yang telah terjadi dan perjuangan orang Papua untuk mendapat keadilan.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/><\/span><b>Keamanan Digital untuk Melindungi Bukti<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Raka Sudisman dari <\/span><a href=\"https:\/\/www.tapol.org\/id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">TAPOL<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> memperkenalkan aspek penting lainnya dalam pengarsipan video, dan hubungannya dengan keamanan digital. TAPOL mengelola\u00a0 <\/span><a href=\"https:\/\/papuansbehindbars.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Papuan Behind Bars<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk mendokumentasikan kehidupan para tahanan politik menghadapi tantangan tentang keamanan digital. Oleh karena itu mereka memastikan bagaimana <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">platform<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mereka menggunakan sistem aman seperti <\/span><a href=\"http:\/\/uwazi.io\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">UWAZI <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">yang diinisiasi oleh <\/span><a href=\"https:\/\/huridocs.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Huridocs<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk menyimpan dan mengelola data, menjaga agar informasi tersebut tetap terlindungi dari upaya peretasan atau pemantauan oleh negara.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/papuansbehindbars.org\/\"><img loading=\"lazy\" data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"30907\" data-permalink=\"https:\/\/blog.witness.org\/2024\/12\/papua-arsipvideo\/screenshot-2024-12-11-at-13-07-16\/\" data-orig-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Screenshot-2024-12-11-at-13.07.16.png?fit=2850%2C1384&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"2850,1384\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"Screenshot 2024-12-11 at 13.07.16\" data-image-description=\"\" data-image-caption=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Screenshot-2024-12-11-at-13.07.16.png?fit=300%2C146&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Screenshot-2024-12-11-at-13.07.16.png?fit=960%2C466&amp;ssl=1\" class=\"alignnone size-full wp-image-30907\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Screenshot-2024-12-11-at-13.07.16.png?resize=960%2C466&amp;ssl=1\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"466\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Screenshot-2024-12-11-at-13.07.16.png?w=2850&amp;ssl=1 2850w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Screenshot-2024-12-11-at-13.07.16.png?resize=300%2C146&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Screenshot-2024-12-11-at-13.07.16.png?resize=1024%2C497&amp;ssl=1 1024w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Screenshot-2024-12-11-at-13.07.16.png?resize=768%2C373&amp;ssl=1 768w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Screenshot-2024-12-11-at-13.07.16.png?resize=1536%2C746&amp;ssl=1 1536w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Screenshot-2024-12-11-at-13.07.16.png?resize=2048%2C995&amp;ssl=1 2048w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Screenshot-2024-12-11-at-13.07.16.png?resize=200%2C97&amp;ssl=1 200w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Screenshot-2024-12-11-at-13.07.16.png?w=1920&amp;ssl=1 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px\"\/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, perjuangan untuk keadilan di Papua bukan hanya tentang satu orang atau satu organisasi\u2014ini adalah tentang solidaritas. Tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Papua sangat besar, namun dengan bekerja sama\u2014secara lokal, nasional, dan global\u2014perubahan itu mungkin terjadi. Ini tentang berbagi informasi, melindungi mereka yang mendokumentasikan kebenaran, dan memastikan bahwa suara-suara mereka, orang Papua, yang paling terdampak didengar, apapun tantangannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap langkah kecil itu berarti. Apakah itu mencadangkan video, memverifikasi informasi, atau sekadar memperkuat suara lokal. Setiap langkah menjadi penting, supaya terlihat, didengar, dan ditindak.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Mengatasi Tantangan dan Sebuah Solusi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun banyak tantangan yang dihadapi, satu hal yang jelas: kerja-kerja dokumentasi ini harus terus berlanjut. Mengumpulkan, mengarsipkan, dan membagikan video sebagai alat bukti pelanggaran HAM memang sulit, tetapi itu sangat penting untuk dilakukan. Seiring dengan perkembangan teknologi, metode untuk mendokumentasikan pelanggaran HAM juga harus terus berkembang.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, meskipun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">platform<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti media sosial bisa menjadi cara yang efektif untuk menyebarkan informasi, cara-cara tersebut juga memiliki risiko\u2014terutama jika mereka menyensor konten atau memanipulasi algoritma. Oleh karena itu, penting bagi mereka yang mendokumentasikan pelanggaran HAM untuk menggunakan cara yang aman dan membuat cadangan data mereka di beberapa lokasi. Cara-cara untuk melawan impunitas juga harus selalu selangkah lebih maju dengan teknologi, beradaptasi dengan alat-alat baru, dan terus memperbarui upaya dokumentasi secara berkala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses pendokumentasian untuk menyuarakan keadilan ini harus terus berlanjut dan cara dokumentasi tidak seharusnya hanya menjadi proyek yang dimulai dan berakhir dengan pendanaan. Ini harus menjadi upaya yang berkelanjutan, didorong oleh komunitas-komunitas yang langsung terdampak, secara kolektif. Di sisi lain, pekerjaan pengarsipan seperti TAPOL dalam mengelola\u00a0 Papuans Behind Bars, ataupun yang dikelola oleh komunitas seperti Papuan Archive, juga menghadapi tantangan dalam memverifikasi informasi secara <em>real-time<\/em>, yang terutama sulit di lingkungan di mana fakta sering dimanipulasi. Namun, mereka berkomitmen untuk memastikan bahwa cerita para tahanan politik harus selalu disampaikan dengan akurat\u2014dan secara aman.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/papuanarchive.org\/\"><img loading=\"lazy\" data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"30909\" data-permalink=\"https:\/\/blog.witness.org\/2024\/12\/papua-arsipvideo\/screenshot-2024-12-11-at-13-11-14\/\" data-orig-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Screenshot-2024-12-11-at-13.11.14.png?fit=2842%2C1406&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"2842,1406\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"Screenshot 2024-12-11 at 13.11.14\" data-image-description=\"\" data-image-caption=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Screenshot-2024-12-11-at-13.11.14.png?fit=300%2C148&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Screenshot-2024-12-11-at-13.11.14.png?fit=960%2C475&amp;ssl=1\" class=\"alignnone size-full wp-image-30909\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Screenshot-2024-12-11-at-13.11.14.png?resize=960%2C475&amp;ssl=1\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"475\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Screenshot-2024-12-11-at-13.11.14.png?w=2842&amp;ssl=1 2842w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Screenshot-2024-12-11-at-13.11.14.png?resize=300%2C148&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Screenshot-2024-12-11-at-13.11.14.png?resize=1024%2C507&amp;ssl=1 1024w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Screenshot-2024-12-11-at-13.11.14.png?resize=768%2C380&amp;ssl=1 768w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Screenshot-2024-12-11-at-13.11.14.png?resize=1536%2C760&amp;ssl=1 1536w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Screenshot-2024-12-11-at-13.11.14.png?resize=2048%2C1013&amp;ssl=1 2048w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Screenshot-2024-12-11-at-13.11.14.png?resize=200%2C99&amp;ssl=1 200w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.witness.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Screenshot-2024-12-11-at-13.11.14.png?w=1920&amp;ssl=1 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px\"\/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hal pengarsipan, memastikan keamanan adalah kunci untuk memastikan bukti-bukti\u00a0 tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang dan digunakan untuk proses keadilan. Ini adalah bagian penting dari upaya melawan disinformasi dan memastikan bahwa kebenaran tidak terkubur oleh narasi yang telah diputarbalikkan oleh pihak-pihak yang berkuasa.<\/span><\/p>\n<p><b>Kesimpulan: Panggilan Aksi Solidaritas<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, memiliki strategi dan visi perubahan serta adanya komitmen, kolaborasi, dan kebenaran, meskipun dihadapkan pada banyak tantangan jadi lebih penting ketimbang ketergantungan akan alat rekam, ponsel, ataupun kamera yang bagus ataupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">platform<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dimana Anda menyebarkan konten tersebut dengan tanpa internet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Anda ingin menjadi bagian dari gerakan ini, mulailah dengan mendukung dan bergabung dalam aksi-aksi\u00a0 komunitas di akar rumput oleh organisasi seperti <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">WITNESS<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><a href=\"https:\/\/papuanvoices.net\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Papuan Voices<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><a href=\"https:\/\/www.tapol.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">TAPOL<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><a href=\"https:\/\/laolao-papua.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lao-Lao Papua<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><a href=\"https:\/\/fransiskanpapua.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">SKPKC Franciscan Papua<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, dan inisiatif\u00a0 seperti <\/span><a href=\"https:\/\/papuansbehindbars.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Papuan Behind Bars<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><a href=\"http:\/\/papuanarchive.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Papuan Archive<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Bagikan cerita-cerita mereka di manapun Anda berada. Lindungi bukti-bukti video yang ada. Dan berdirilah dalam solidaritas dengan mereka yang berjuang untuk keadilan di Papua.<\/span><\/p>\n<p>Untuk lebih mendukung gerakan ini, silakan mengakses materi kami mengenai cara mendokumentasikan protest di Papua dan panduan pengarsipan. Panduan <a href=\"https:\/\/library.witness.org\/product\/filming-protest-in-west-papua-bahasa-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Merekam Protes Sosial di Papua<\/a> dan <a href=\"https:\/\/library.witness.org\/product\/activists-guide-to-archiving-video\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Panduan Pengarsipan<\/a> kami menyediakan tips yang berguna untuk mendokumentasikan dan melestarikan bukti pelanggaran hak asasi manusia dengan aman. Materi ini sangat penting bagi mereka yang ingin berkontribusi pada perjuangan berkelanjutan untuk keadilan dan kebenaran di Papua.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><em><strong>Tentang Penulis:<\/strong> Yerry Niko Borang adalah jurnalis independen yang berbasis di Yogyakarta, Indonesia. Pada tahun 1998, ia bergabung dengan gerakan demokrasi mahasiswa dan menghasilkan beberapa buletin informasi. Pada 2004, ia ikut serta dalam pertemuan awal untuk membangun kembali Indymedia Jakarta. Dengan pengalaman lebih dari enam tahun sebagai jurnalis radio\/web\/video di VHR Media, ia juga bekerja dengan jaringan media dan radio komunitas. Sejak 2010, Yerry bergabung dengan EngageMedia, sebuah organisasi non-profit di bidang media dan teknologi yang berfokus pada kawasan Asia-Pasifik, dan telah memfasilitasi pelatihan keamanan digital dan produksi video di Asia dan sekitarnya.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Dipublikasikan tanggal 20 December 2024.<\/p>\n<\/p><\/div>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Read the English version here.\u00a0 Blog ini ditulis oleh Yerry Niko Borang, dengan kontribusi dari tim WITNESS Asia-Pasifik. Pada 17 Oktober 2024, sekelompok pembuat film, dan aktivis pembela hak asasi manusia, mayoritas dari Papua, yang beragam berkumpul secara daring untuk mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh WITNESS berjudul \u201cPengarsipan Video Hak Asasi Manusia: Paradoks Bukti dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":25636,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12022],"tags":[17416,17414,4380,17417,17418,17420,17421,17415,17413,17419,1236],"dealstore":[],"offerexpiration":[],"class_list":["post-25635","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-activist","tag-bermata","tag-bukti","tag-dan","tag-dua","tag-kekuatan","tag-komunitas","tag-papua","tag-pedang","tag-sebagai","tag-suara","tag-video"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Video sebagai Bukti: Pedang Bermata Dua dan Kekuatan Suara Komunitas di Papua - Som2ny Network<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Video sebagai Bukti: Pedang Bermata Dua dan Kekuatan Suara Komunitas di Papua - Som2ny Network\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Read the English version here.\u00a0 Blog ini ditulis oleh Yerry Niko Borang, dengan kontribusi dari tim WITNESS Asia-Pasifik. Pada 17 Oktober 2024, sekelompok pembuat film, dan aktivis pembela hak asasi manusia, mayoritas dari Papua, yang beragam berkumpul secara daring untuk mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh WITNESS berjudul \u201cPengarsipan Video Hak Asasi Manusia: Paradoks Bukti dan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Som2ny Network\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-01-13T09:30:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fivemor.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/BLOG-2675x1495-Report-Webinar.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2675\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1495\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\/\/fivemor.com\/#\/schema\/person\/b85e3c3dc0e1daea076524dc8810c371\"},\"headline\":\"Video sebagai Bukti: Pedang Bermata Dua dan Kekuatan Suara Komunitas di Papua\",\"datePublished\":\"2025-01-13T09:30:46+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635\"},\"wordCount\":1659,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/fivemor.com\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/fivemor.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/BLOG-2675x1495-Report-Webinar.png\",\"keywords\":[\"Bermata\",\"Bukti\",\"Dan\",\"Dua\",\"Kekuatan\",\"Komunitas\",\"Papua\",\"Pedang\",\"sebagai\",\"Suara\",\"Video\"],\"articleSection\":[\"Activist\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635\",\"url\":\"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635\",\"name\":\"Video sebagai Bukti: Pedang Bermata Dua dan Kekuatan Suara Komunitas di Papua - Som2ny Network\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/fivemor.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/fivemor.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/BLOG-2675x1495-Report-Webinar.png\",\"datePublished\":\"2025-01-13T09:30:46+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/fivemor.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/BLOG-2675x1495-Report-Webinar.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/fivemor.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/BLOG-2675x1495-Report-Webinar.png\",\"width\":2675,\"height\":1495},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/fivemor.com\/?bp_activities=1\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Video sebagai Bukti: Pedang Bermata Dua dan Kekuatan Suara Komunitas di Papua\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/fivemor.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/fivemor.com\/\",\"name\":\"Som2ny Network\",\"description\":\"Daily Deals\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/fivemor.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/fivemor.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/fivemor.com\/#organization\",\"name\":\"Som2ny Network\",\"url\":\"https:\/\/fivemor.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/fivemor.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/fivemor.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/4a0953c4-logo-300x86-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/fivemor.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/4a0953c4-logo-300x86-1.png\",\"width\":300,\"height\":86,\"caption\":\"Som2ny Network\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/fivemor.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/fivemor.com\/#\/schema\/person\/b85e3c3dc0e1daea076524dc8810c371\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/fivemor.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/729ae85bf62b9917e93538db2f2688ca?s=96&r=g&default=https%3A%2F%2Ffivemor.com%2Fwp-content%2Fplugins%2Fbuddypress-first-letter-avatar%2Fimages%2Fdefault%2F96%2Flatin_a.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/729ae85bf62b9917e93538db2f2688ca?s=96&r=g&default=https%3A%2F%2Ffivemor.com%2Fwp-content%2Fplugins%2Fbuddypress-first-letter-avatar%2Fimages%2Fdefault%2F96%2Flatin_a.png\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/fivemor.com\"],\"url\":\"https:\/\/fivemor.com\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Video sebagai Bukti: Pedang Bermata Dua dan Kekuatan Suara Komunitas di Papua - Som2ny Network","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Video sebagai Bukti: Pedang Bermata Dua dan Kekuatan Suara Komunitas di Papua - Som2ny Network","og_description":"Read the English version here.\u00a0 Blog ini ditulis oleh Yerry Niko Borang, dengan kontribusi dari tim WITNESS Asia-Pasifik. Pada 17 Oktober 2024, sekelompok pembuat film, dan aktivis pembela hak asasi manusia, mayoritas dari Papua, yang beragam berkumpul secara daring untuk mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh WITNESS berjudul \u201cPengarsipan Video Hak Asasi Manusia: Paradoks Bukti dan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635","og_site_name":"Som2ny Network","article_published_time":"2025-01-13T09:30:46+00:00","og_image":[{"width":2675,"height":1495,"url":"https:\/\/fivemor.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/BLOG-2675x1495-Report-Webinar.png","type":"image\/png"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/fivemor.com\/#\/schema\/person\/b85e3c3dc0e1daea076524dc8810c371"},"headline":"Video sebagai Bukti: Pedang Bermata Dua dan Kekuatan Suara Komunitas di Papua","datePublished":"2025-01-13T09:30:46+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635"},"wordCount":1659,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fivemor.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fivemor.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/BLOG-2675x1495-Report-Webinar.png","keywords":["Bermata","Bukti","Dan","Dua","Kekuatan","Komunitas","Papua","Pedang","sebagai","Suara","Video"],"articleSection":["Activist"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fivemor.com\/?p=25635#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635","url":"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635","name":"Video sebagai Bukti: Pedang Bermata Dua dan Kekuatan Suara Komunitas di Papua - Som2ny Network","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fivemor.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fivemor.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/BLOG-2675x1495-Report-Webinar.png","datePublished":"2025-01-13T09:30:46+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fivemor.com\/?p=25635"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635#primaryimage","url":"https:\/\/fivemor.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/BLOG-2675x1495-Report-Webinar.png","contentUrl":"https:\/\/fivemor.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/BLOG-2675x1495-Report-Webinar.png","width":2675,"height":1495},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fivemor.com\/?p=25635#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fivemor.com\/?bp_activities=1"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Video sebagai Bukti: Pedang Bermata Dua dan Kekuatan Suara Komunitas di Papua"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fivemor.com\/#website","url":"https:\/\/fivemor.com\/","name":"Som2ny Network","description":"Daily Deals","publisher":{"@id":"https:\/\/fivemor.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fivemor.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fivemor.com\/#organization","name":"Som2ny Network","url":"https:\/\/fivemor.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fivemor.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fivemor.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/4a0953c4-logo-300x86-1.png","contentUrl":"https:\/\/fivemor.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/4a0953c4-logo-300x86-1.png","width":300,"height":86,"caption":"Som2ny Network"},"image":{"@id":"https:\/\/fivemor.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fivemor.com\/#\/schema\/person\/b85e3c3dc0e1daea076524dc8810c371","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fivemor.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/729ae85bf62b9917e93538db2f2688ca?s=96&r=g&default=https%3A%2F%2Ffivemor.com%2Fwp-content%2Fplugins%2Fbuddypress-first-letter-avatar%2Fimages%2Fdefault%2F96%2Flatin_a.png","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/729ae85bf62b9917e93538db2f2688ca?s=96&r=g&default=https%3A%2F%2Ffivemor.com%2Fwp-content%2Fplugins%2Fbuddypress-first-letter-avatar%2Fimages%2Fdefault%2F96%2Flatin_a.png","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/fivemor.com"],"url":"https:\/\/fivemor.com\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fivemor.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25635","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fivemor.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fivemor.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fivemor.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fivemor.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=25635"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fivemor.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25635\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fivemor.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/25636"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fivemor.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=25635"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fivemor.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=25635"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fivemor.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=25635"},{"taxonomy":"dealstore","embeddable":true,"href":"https:\/\/fivemor.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fdealstore&post=25635"},{"taxonomy":"offerexpiration","embeddable":true,"href":"https:\/\/fivemor.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fofferexpiration&post=25635"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}